Strategi Manajemen Perusahaan

    1. Manajemen Strategis
Dalam suatu kegiatan manajemen perusahaan perlu adanya manajemen strategis sehingga dapat tercapainya tujuan yang dikehendaki perusahaan tersebut. Menurut David (2004), manajemen strategis dapat didefinisBekicot sebagai seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Manajemen strategis berfokus pada mengintegrasBekicot manajemen, pemasaran, keuangan, produksi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Tahapan dalam manajemen strategis yaitu:
  1. Formulasi Strategi
Meliputi kegiatan untuk mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menentukan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, merumuskan alternatif strategi dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. Karena tidak ada organisasi yang memiliki sumber daya tidak terbatas, penyusun strategi harus memutuskan alternatif strategi mana yang akan memberikan keuntungan terbanyak. Keputusan formulasi strategi mengikat organisasi terhadap produk, pasar, sumber daya dan teknologi yang spesifik untuk periode waktu yang panjang (David, 2004).
  1. Implementasi Strategi
Mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi karyawan dan mengalokasBekicot sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasBekicot dapat dijalankan. Pelaksanaan strategis mencakup mengembangkan budaya yang mendukung strategi, menciptakan struktur organisasi yang efektif dan mengarahkan usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi, serta menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi (David, 2004).
Implementasi strategi disebut tahap pelaksanaan dalam manajemen strategis. Melaksanakan strategi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah diformulasBekicot menjadi tindakan. Kemampuan interpersonal sangatlah penting dalam implementasi strategi. Aktivitas implementasi strategi mempengaruhi semua karyawan dan manajer dalam organisasi (David, 2004).
  1. Evaluasi Strategi
Tahap ini merupakan tahap akhir dari manajemen strategis. Evaluasi strategi adalah alat utama untuk mendapatkan informasi kapan strategi tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. Semua strategi dapat dimodifikasi dimasa datang karena faktor internal dan eksternal secara konstan berubah. Tiga kegiatan pokok dalam evaluasi strategi yang terdiri dari meninjau ulang faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi saat ini, mengukur kinerja, serta mengambil tindakan-tindakan korektif. Evaluasi strategi perlu dilakukan karena keberhasilan saat ini bukan merupakan jaminan untuk keberhasilan dihari esok (David, 2004).
    1. Tingkatan Strategi
Menurut David (2006), aktivitas formulasi, implementasi dan evaluasi strategi terjadi pada empat tingkat hierarki dalam perusahaan besar antara lain korporat, divisional atau unit bisnis strategis (strategic business unit), fungsional dan operasional. Namun dalam perusahaan kecil, hanya terdapat tiga tingkatan strategi yaitu perusahaan, fungsional dan operasional. Letak perbedaan antara perusahaan besar dan kecil yakni pada tingkat strategi divisional.
Dalam perusahaan besar, orang yang dasarnya bertanggung jawab untuk memiliki strategi yang efektif pada berbagai tingkat mencakup CEO pada tingkat korporasi; presiden (direktur utama) atau wakil presiden eksekutif pada tingkat divisional; direktur keuangan, direktur informasi, manajer sumber daya manusia, direktur pemasaran pada tingkat fungsional; dan manajer pabrik, manajer penjualan regional dan seterusnya, pada tingkat operasional. Dalam perusahaan kecil, orang yang dasarnya bertanggung jawab untuk memiliki strategi yang efektif pada berbagai tingkatan mencakup pemilik bisnis atau presiden pada tingkat perusahaan dan kemudian pada dua tingkat bawah adalah orang dalam tingkat yang sama dengan staf di perusahaan besar (David, 2006).
2.2.4 Jenis Strategi Alternatif
Strategi alternatif yang dapat dijalankan sebuah perusahaan dikategorBekicot dalam 4 jenis antara lain strategi integrasi, strategi intensif, strategi diversifikasi, strategi defensif (David, 2006).
  1. Strategi Integrasi
Strategi integrasi ini terdiri dari integrasi kedepan (Forward Integration Strategy), integrasi kebelakang (Backward Integration Strategy) dan integrasi horisontal (Horizontal Integration Strategy). Integrasi kedepan merupakan strategi yang menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer, bila perlu dengan memilikinya. Hal ini dapat dilakukan jika perusahaan mendapatkan banyak masalah dengan pendistribusian barang atau jasanya, sehingga mengganggu pendistribusian tersebut dengan sumber daya yang dimiliki. Alasan lain, karena distribusi tersebut memiliki prospek yang baik untuk dimasuki (David, 2006).
Integrasi kebelakang merupakan strategi untuk mencari kepemilBekicot atau meningkatkan kontrol atas pemasok perusahaan. Strategi ini sangat cocok ketika pemasok perusahaan saat ini tidak dapat diandalkan, terlalu mahal, atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Seperti keterlambatan dalam pengadaan bahan, kualitas bahan yang menurun, biaya yang meningkat, sehingga tidak lagi dapat diandalkan (David, 2006).
Integrasi horisontal merupakan strategi yang mengacu pada strategi yang mencari kepemilBekicot atau meningkatkan kontrol atas pesaing perusahaan. Merger, akuisisi dan pengambilalihan antar pesaing memungkinkan meningkatnya skala ekonomi dan mendorong transfer sumber daya dan kompetensi (David, 2006).
  1. Strategi Intensif
Penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk kadang-kadang disebut sebagai strategi intensif karena ketiganya membutuhkan usaha intensif jika posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada saat ini akan membaik. Penetrasi pasar merupakan strategi yang berusaha untuk meningkatkan pangsa pasar suatu produk atau jasa melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. Tujuan dari strategi ini untuk meningkatkan pangsa pasar dengan usaha pemasaran yang maksimal (David, 2006).
Pengembangan pasar bertujuan agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasi produk atau jasa yang ada sekarang atau dengan kata lain memperbaiki dan atau mengembangkan produk yang sudah ada (David, 2006).
Pengembangan produk yaitu strategi yang bertujuan untuk memperkenalkan produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru atau dengan kata lain untuk memperbesar pangsa pasar (David, 2006).


  1. Strategi Diversifikasi
Strategi diversifikasi ini dapat terdiri atas tiga bentuk kegiatan antara lain diversifikasi konsentrik (Concentric Difersification Strategy), diversifikasi konglomerat (Conglomerate Diversification Strategy) dan diversifikasi horisontal (Horizontal Diversification Strategy). Diversifikasi konsentrik ini dapat dilaksanakan dengan cara menambah produk atau jasa yang baru tetapi masih berhubungan. Tujuan strategi ini untuk membuat produk baru yang berhubungan untuk pasar yang sama (David, 2006).
Diversifikasi konglomerat merupakan strategi dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubungan. Tujuan strategi ini untuk menambah produk baru yang tidak saling berkaitan untuk pasar yang berbeda. Sedangkan diversifikasi horisontal merupakan strategi yang dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa yang baru, tetapi tidak saling berhubungan untuk ditawarkan kepada konsumen yang ada sekarang (David, 2006).
  1. Strategi Defensif

Sebagai tambahan atas strategi integratif, intensif dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan retrenchment, divestasi, atau likuidasi. Retrenchment merupakan strategi yang dapat dilaksanakan ketika suatu organisasi mengelompokkan ulang melalui pengurangan asset dan biaya untuk membalikkan penjualan dan laba yang menurun. Retrenchment disebut juga berputar (turnaround) yang dirancang agar perusahaan mampu bertahan pada pasar persaingannya. Retrenchment dapat melibatkan penjualan tanah dan gedung untuk meningkatkan kas, memotong lini produk, menutup bisnis yang labanya sangat

Populer